Ninjakabut.com, Peristiwa berdarah menggemparkan warga di kawasan Jalan Tombolotutu, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu pada Kamis (27/8/2026) malam. Insiden Polisi Tembak Jukir ini bermula ketika seorang anggota kepolisian terlibat adu mulut di pelataran minimarket. Pertikaian panas pada pukul 20.44 Wita tersebut berujung maut bagi seorang juru parkir berinisial D.
Kasatreskrim Polresta Palu AKP Ismail Bobby memberikan keterangan resmi terkait rentetan peristiwa tersebut pada Jumat (28/8/2026). Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa korban sempat mengayunkan senjata tajam ke arah petugas sebelum letusan senjata terdengar. Anggota kepolisian berinisial Aipda A tersebut bertugas aktif pada satuan Bidpropam Polda Sulawesi Tengah.
Kronologi Bentrokan Fisik dan Serangan Senjata Tajam di Minimarket
Rekaman kamera pengawas serta video amatir warga memperlihatkan awal mula ketegangan antara D dan Aipda A. Keduanya berdiri saling berhadapan dekat sebuah mobil di halaman parkir minimarket. Suasana mendadak memanas saat adu mulut tersebut berubah menjadi bentrokan fisik secara cepat.
Juru parkir berinisial D langsung mengeluarkan sebilah senjata tajam dari balik pakaiannya. Pria tersebut melancarkan aksi penyerangan senjata tajam dengan mengayunkan senjatanya ke arah petugas. Situasi genting ini memaksa Aipda A bergerak mundur demi menyelamatkan diri.
Gerakan menghindar tersebut sempat merobohkan sebuah sepeda motor yang terparkir di halaman. Pengendara motor yang duduk di dekat lokasi segera melarikan diri lantaran takut terkena imbas bentrokan. Pertikaian bersenjata ini membuat suasana area sekitar minimarket sangat mencekam.
Serangan senjata tajam tersebut mengenai tubuh Aipda A hingga melukai bagian tangannya. Sabetan senjata tajam bahkan membuat jari tangan sang polisi putus di tengah keributan. Luka parah ini memicu Aipda A mengambil tindakan tegas dengan mencabut senjata api miliknya.
LINK VIDEO :
Insiden Polisi Tembak Jukir dan Dugaan Peluru Nyasar pada Warga
Aipda A sempat melepaskan letusan tembakan peringatan petugas untuk menghentikan serangan brutal tersebut. Namun, juru parkir tersebut tetap merangsek maju dan terus mengayunkan senjata tajamnya. Polisi tersebut pada akhirnya mengarahkan tembakan untuk melumpuhkan penyerangnya di tempat kejadian.
Seorang saksi mata bernama Ferlin mengaku sempat berniat melerai perselisihan bersenjata tersebut. Meskipun demikian, ia memilih mundur karena melihat kedua pihak sama-sama memegang senjata berbahaya. Ferlin mendengar sekitar delapan kali bunyi letusan senjata api selama insiden berlangsung.
Rentetan tembakan tersebut rupanya turut mengenai seorang warga sekitar berinisial M. Proyektil peluru melukai bagian leher M ketika korban mengintip peristiwa dari tempat usahanya. Warga sekitar langsung melarikan korban yang terluka ke fasilitas medis terdekat.
Langkah Pemeriksaan Propam Polda Sulteng dan Penanganan Korban
Warga di lokasi kejadian segera membawa juru parkir berinisial D menuju rumah sakit terdekat. Akan tetapi, pihak medis menyatakan pria tersebut meninggal dunia usai menerima perawatan darurat. Korban menghembuskan napas terakhir akibat luka parah pada tubuhnya.
Aipda A dan warga berinisial M kini masih menjalani perawatan medis intensif akibat luka masing-masing. Tim kepolisian langsung mengamankan tempat kejadian guna mengungkap fakta penembakan secara menyeluruh. Petugas memasang garis pengaman demi mempermudah jalannya proses penyelidikan perkara.
Penyidik menemukan bukti delapan butir peluru keluar dari senjata api Aipda A lewat hasil olah tempat kejadian perkara. Bidpropam Polda Sulteng segera memeriksa Aipda A secara menyeluruh. Institusi kepolisian menelusuri potensi dugaan kelalaian penggunaan senjata api dalam penanganan insiden tersebut.
AKP Ismail Bobby menegaskan kepolisian memproses penanganan perkara berdarah ini secara transparan. Proses hukum tetap berjalan sesuai prosedur agar publik mendapatkan kepastian hukum yang jelas. Polresta Palu terus mengumpulkan bukti tambahan demi melengkapi berkas penyelidikan kasus ini.
Baca Juga :