Ninjakabut.com, Jajaran Polsek Banyuresmi Polres Garut berhasil mengungkap fakta sebenarnya di balik insiden berdarah di kawasan Warung Peuteuy, Kampung Salagedang, Desa Sukaraja, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. Peristiwa Penganiayaan Warung Peuteuy Garut yang terjadi pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 18.30 WIB tersebut murni berlatar belakang perselisihan pribadi. Pihak kepolisian memastikan insiden kekerasan ini bukan tindak pidana pembegalan sebagaimana narasi yang sempat menyebar luas di media sosial.
Kapolsek Banyuresmi Kompol Aben Nurhidayat, S.H., M.A.P., langsung memimpin anggotanya menuju lokasi kejadian usai menerima laporan masyarakat. Petugas segera menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta memeriksa saksi-saksi untuk mengungkap motif dan memburu keberadaan terduga pelaku. Polisi bergerak cepat agar penanganan kasus kekerasan berdarah ini berjalan terang benderang.
Kondisi Korban Dan Penanganan Medis Di RSUD
Peristiwa kekerasan tersebut mengakibatkan korban bernama Ricky Ardiansyah (44) menderita luka robek senjata tajam pada beberapa bagian tubuhnya. Tim medis menemukan luka sabetan di bagian wajah, kepala sebelah kiri, kepala belakang, serta pinggang sebelah kiri. Petugas langsung mengevakuasi korban menuju RSUD dr. Slamet Garut demi mendapatkan penanganan darurat.
Petugas medis Instalasi Gawat Darurat (IGD) memberikan tindakan awal untuk menstabilkan kondisi fisik korban yang mengalami pendarahan. Pihak rumah sakit lantas merencanakan tindakan operasi medis lanjutan untuk mengobati seluruh luka serius tersebut. Penanganan intensif ini menjadi fokus utama rumah sakit mengingat parahnya sabetan senjata tajam yang menimpa korban.
Penyelidikan awal kepolisian menemukan indikasi kuat bahwa aksi kekerasan ini bermula dari percekcokan pribadi. Korban dan terduga pelaku ternyata masih memiliki ikatan hubungan keluarga. Sebelum penyerangan terjadi, keduanya terlibat perselisihan mulut yang memanas hingga memicu aksi penganiayaan berdarah tersebut.
LINK VIDEO :
Penganiayaan Warung Peuteuy Garut Dan Penangkapan Pelaku B
Terduga pelaku berinisial B (50) mengambil sebilah golok dari rumahnya saat perselisihan memuncak. Pelaku lantas mengayunkan senjata tajam tersebut untuk menyerang korban hingga terkapar melukai fisik korban. Usai melukai korban secara brutal, terduga pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian untuk menghindari penangkapan petugas.
Pengejaran intensif jajaran Polsek Banyuresmi membuahkan hasil pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 01.30 WIB dini hari. Kapolsek Banyuresmi bersama anggotanya menciduk terduga pelaku B yang sembunyi di kebun jagung belakang rumahnya. Area persembunyian tersebut berada tidak jauh dari lokasi kejadian perkara awal di Warung Peuteuy.
Petugas langsung menggiring terduga pelaku ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan proses hukum lanjutan. Polisi menyita barang bukti serta mencatat seluruh keterangan pelaku dalam berkas penyidikan. Penangkapan cepat ini membuktikan kesiapan jajaran kepolisian dalam menindak aksi kekerasan di wilayah hukumnya.
Penegasan Polisi Soal Isu Begal Dan Imbauan Publik
Kompol Aben Nurhidayat kembali meluruskan kekeliruan narasi pembegalan yang sempat membuat warga Garut resah. “Kami tegaskan bahwa kejadian ini bukan tindak pidana pembegalan sebagaimana informasi yang sempat beredar. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, peristiwa ini merupakan dugaan tindak pidana penganiayaan yang dipicu oleh perselisihan pribadi antara korban dan terduga pelaku yang masih memiliki hubungan keluarga,” tegas Kapolsek Banyuresmi.
Penyidik Polres Garut kini melengkapi alat bukti serta mendalami motif utuh penganiayaan tersebut. Polisi terus memeriksa saksi-saksi tambahan serta menanti kondisi kesehatan korban membaik untuk mengambil keterangan resmi. Seluruh rangkaian proses penyidikan terus berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Polres Garut juga memberikan imbauan polisi kabar hoax agar masyarakat tidak mudah mempercayai ataupun menyebarkan kabar liar di media sosial. Warga harus menunggu informasi resmi dari kepolisian guna mencegah timbulnya keraguan dan keresahan publik. Pada akhirnya, penanganan transparan dari kepolisian menjaga kondusivitas keamanan di tengah masyarakat Garut.
Sumber : Creepy.id
Baca Juga :