Ninjakabut.com, Bocah hilang di Kutai Timur bernama Muhammad Royyan Prasetyo (7) akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam semak-semak. Sebelumnya, korban sempat menjadi target aksi penculikan oleh pihak tidak bertanggung jawab di kawasan Sangatta Utara. Tim evakuasi menemukan jasad korban di sekitar area Masjid Agung Al-Faruq pada Rabu (3/6/2026).
Insiden ini menghebohkan warga sekitar setelah pihak keluarga membuat pengaduan kehilangan sejak Senin (1/6/2026) pukul 18.30 WITA. Lokasi terakhir keberadaan anak tersebut berada di kawasan Kampung Tator, Jalan Pasundan, Kecamatan Sangatta Utara. Kepergian korban secara mendadak langsung menggerakkan personel kepolisian setempat untuk melakukan penyisiran area secara berkala.

Langkah Penyelidikan Polres dan Temuan Surat Ancaman Finansial
Merespons laporan pengaduan, jajaran Polsek Sangatta Utara bersama Satreskrim Polres Kutai Timur melakukan tindakan pencarian secara masif. Petugas menggelar olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi-saksi potensial, hingga meneliti rekaman kamera pengawas CCTV. Segenap upaya tersebut berjalan intens guna mengungkap data lapangan terkait kronologi penculikan anak di Sangatta.
Namun, di tengah berjalannya proses pencarian, warga dikejutkan oleh peredaran foto media kardus di aplikasi percakapan digital. Foto tersebut memuat tulisan berisi kalimat ancaman dari pelaku yang menuntut sejumlah uang kepada orang tua korban. Pelaku meminta uang senilai Rp200 juta agar korban bisa pulang ke rumah dalam keadaan selamat.
“Kalau masih mau ketemu sama Royan TF Rp 200 juta paling lambat jam 10 malam, ini nomor rek (……..) atas nama inisial MY, Bank Seabank, uang masuk saya langsung antar anaknya ke situ,” demikian bunyi isi pesan kardus ancaman tebusan Royyan yang beredar di masyarakat.
Pesan teror tersebut memperkuat dugaan aparat bahwa motif utama dari peristiwa ini bermuara pada tindakan penculikan berencana. Namun, harapan pihak keluarga untuk melihat sang anak kembali dalam keadaan bernyawa harus pupus akibat laporan warga. Petugas menemukan sesosok jasad anak kecil terbujur kaku di balik area rumah ibadah.

Informasi Penemuan Jenazah Bocah di Bukit Pelangi Melalui Evakuasi Medis
Posisi jasad korban saat saksi menemukannya berada dalam kondisi tengkurap di dalam lebatnya tanaman semak belukar. Lokasi penemuan jenazah bocah di Bukit Pelangi ini langsung steril dari aktivitas publik guna kepentingan identifikasi awal. Petugas kemudian mengevakuasi tubuh korban menuju ruang jenazah RSUD Kudungga Sangatta guna menjalani pemeriksaan medis lengkap.
Kasi Humas Polres Kutai Timur, Aiptu Wahyu Winarko, membenarkan informasi perihal penemuan tubuh anak malang tersebut kepada awak media. Kendati demikian, jajaran kepolisian pada saat itu memilih menunggu hasil autopsi tim forensik sebelum merilis dokumen identitas resmi. Langkah ini berjalan sesuai standar operasional prosedur penanganan korban tindak pidana kekerasan anak.
“Jenazah masih berada di RSUD Kudungga untuk dilakukan pemeriksaan oleh dokter. Kami belum menerima hasil pemeriksaan dari dokter,” ungkap Wahyu Winarko saat memberikan konfirmasi resmi kepada jurnalis, Rabu (3/6/2026).
Selang beberapa waktu kemudian, hasil pemeriksaan medis tertulis memastikan bahwa jasad tersebut adalah anak yang hilang dari Kampung Tator. Informasi duka ini seketika menyelimuti kediaman keluarga korban dan memicu keprihatinan mendalam dari warga setempat. Pihak kepolisian menyatakan rasa bela sungkawa sedalam-dalamnya atas akhir tragis dari proses pencarian anak tersebut.

Penahanan Terduga Pelaku Utama dalam Kasus Bocah Hilang di Kutai Timur oleh Tim Penyidik
“Betul, korban (Royyan) sudah Terlihat dalam kondisi meninggal dunia,” tutur Wahyu Winarko guna mempertegas keabsahan data korban di lapangan.
Mengenai data pribadi tersangka, modus operandi, serta motif utama pembunuhan, Polres Kutai Timur belum bersedia menjabarkannya secara mendalam. Wahyu menjelaskan bahwa seluruh informasi teknis mengenai perkembangan kasus akan keluar dari pintu komunikasi Polda Kalimantan Timur. Hal ini terjadi lantaran penanganan perkara kini sudah beralih ke level kepolisian daerah demi efektivitas penyidikan.
“Terkait identitas, cara bertindak dan motif pelaku akan disampaikan oleh Polda Kaltim,” tambahnya mengenai jalannya proses penyidikan Polda Kaltim terbaru.
Hingga sore ini, petugas intelijen sudah berhasil menangkap seorang pria terduga pelaku utama untuk menjalani interogasi ketat. Selain eksekutor, polisi juga menahan seorang pekerja jasa kurir yang Terindikasi mengantarkan pesan kardus ancaman ke lingkungan rumah korban. Pemeriksaan kurir tersebut berjalan mendalam guna memastikan status keterlibatannya dalam aksi kriminalitas ini.
Pihak berwajib mengimbau agar masyarakat tidak menyebarkan spekulasi liar yang bisa mengaburkan fakta persidangan sebelum ada rilis resmi. Selanjutnya, pembaruan mengenai pasal dakwaan serta hasil interogasi tersangka dari tim penyidik dapat pembaca pantau sebelum perkara bocah hilang di kutai ini masuk ke pengadilan. Sumber : Creepy.id
LINK VIDEO :
Baca Juga :