Ninjakabut.com, Aparat kepolisian akhirnya meluruskan kabar simpang siur mengenai aksi pemukulan brutal terhadap sejumlah pengguna jalan di kawasan Jakarta Selatan. Kejadian mengenai Pria Ngamuk Tanpa Busana tersebut berlangsung di sekitar Stasiun Lenteng Agung pada Selasa (19/8/2026) malam sekitar pukul 23.40 WIB. Pihak berwajib memastikan bahwa pelaku berinisial Y (23) bukan merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) seperti isu yang beredar luas di tengah masyarakat.
Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi menegaskan bahwa pelaku menganiaya pengendara lantaran berada di bawah pengaruh minuman beralkohol jenis Intisari. Petugas bergerak cepat menciduk pelaku di kediaman rumah kosnya di wilayah Jagakarsa pada Jumat (21/8/2026) pagi. Kini pemuda tersebut mendekam di ruang tahanan kantor polisi guna menjalani proses pemeriksaan hukum lebih lanjut secara intensif.
Pria Ngamuk Tanpa Busana Akibat Pengaruh Minuman Beralkohol
Hasil interogasi awal mengungkap latar belakang emosional yang mendorong pelaku nekat menenggak minuman keras di dalam kamar kosnya. Y mengaku mengalami depresi berat dan kesedihan mendalam seusai sang ibu kandung meninggal dunia beberapa waktu lalu. “Alasan dia gini, dia itu ibunya baru meninggal jadi dia rasanya sedih katanya, dia depresi,” terang Kompol Nurma Dewi menirukan ucapan pelaku saat proses pemeriksaan.
Beban pikiran sang pemuda makin menumpuk karena ia mencemaskan nasib kelanjutan studinya yang belum tuntas. Mahasiswa semester enam Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (STIP-AN) asal Merauke Papua ini kemudian menghabiskan satu botol minuman beralkohol sebelum keluar menuju jalan raya. Efek alkohol yang membakar tubuh membuatnya bertindak di luar kendali akal sehat.
Rasa panas yang menyengat mendorongnya menanggalkan pakaiannya sebelum akhirnya berjalan menuju ke area publik. “Tiba-tiba sudah minum mungkin, terus keluar dia lepas baju karena dia bilang sih merasa gerah, panas,” jelas Nurma membeberkan kronologi awal. Pelaku bahkan mengaku kehilangan ingatan ketika mengamuk dan memukul para pengendara motor yang melintas.
LINK VIDEO :
Kronologi Aksi Kekerasan Terhadap Pengendara Motor di Jalan Raya
Rekaman video amatir memperlihatkan situasi mencekam di sekitar area putaran balik dekat Stasiun Lenteng Agung pada tengah malam. Arus lalu lintas yang semula lengang mendadak kacau saat pelaku menyerang pengendara motor secara acak memakai balok kayu dan lembaran tripleks. Aksi beringas tersebut langsung menyasar seorang pengemudi ojek online yang sedang melintas di lokasi.
Pelaku menghantam korban menggunakan lembaran tripleks hingga pengendara ojol tersebut jatuh tersungkur ke aspal jalan. Meskipun korban sudah tidak berdaya di tanah, pelaku terus mengayunkan hantaman berulang kali hingga akhirnya korban pingsan di tempat kejadian. Pelaku juga menghadang pengendara sepeda motor lain lalu memukulnya hingga jatuh terpelanting.
Sejumlah warga sekitar sempat mencoba menghentikan aksi brutal tersebut demi menyelamatkan para korban dari amukan pelaku. Namun, pemuda tanpa pakaian itu terus berlari ke tengah jalan raya sambil berteriak histeris menantang warga. Situasi baru mereda setelah pelaku meninggalkan lokasi kejadian dan kembali menuju ke arah tempat tinggalnya.
Proses Penangkapan di Jagakarsa Serta Pencarian Para Korban
Petugas kepolisian sempat menemui kendala saat mendatangi tempat tinggal pelaku di kawasan Jagakarsa untuk melakukan penjemputan paksa. “Tadi pagi kita datangi rumahnya, tapi alot, nggak mau dia dibawa,” ungkap Nurma menceritakan proses penindakan di lapangan. Negosiasi yang alot akhirnya membuahkan hasil sehingga petugas sukses membawa pelaku ke markas kepolisian tanpa menimbulkan keributan tambahan.
Pihak berwenang saat ini terus melakukan pendalaman menyeluruh terkait motif dan keterangan yang pelaku sampaikan. Penyidik juga giat mencari keberadaan para pengendara yang menjadi korban kekerasan fisik pada malam nahas tersebut. Kehadiran saksi korban sangat aparat perlukan agar berkas penyelidikan perkara penganiayaan ini menjadi lengkap.
Aparat kepolisian mengimbau para korban untuk segera mendatangi kantor Polsek Jagakarsa guna memberikan kesaksian resmi. Langkah pelaporan ini sangat penting sebagai dasar hukum yang kuat untuk memproses pidana aksi kekerasan pelaku. Pada akhirnya, ketegasan aparat kepolisian dalam menegakkan hukum akan memberikan rasa aman serta keadilan penuh bagi para pengguna jalan di kawasan Lenteng Agung.
Baca Juga :