Duel Maut Pedagang Ikan, Karna Diejek Berujung Pembacokan Tragis di Gowa

Duel Maut Pedagang Ikan, Karna Diejek Berujung Pembacokan Tragis di Gowa

ninjakabut.com, Kronologi penjual ikan di Gowa yang tewas mengenaskan setelah menerima serangan senjata tajam kini terungkap sepenuhnya oleh pihak kepolisian. Insiden berdarah yang melibatkan sesama rekan seprofesi tersebut seketika menggegerkan warga Desa Pannyangkalang, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa. Aparat bergerak cepat mengamankan situasi guna mencegah konflik susulan antar pihak keluarga di lokasi kejadian.

Petugas kepolisian langsung menahan pelaku berinisial JL (57) sesaat setelah aksi penganiayaan berat itu terjadi. Korban berinisial SL (60) mengembuskan napas terakhir di tempat kejadian akibat luka robek yang sangat parah. Polisi juga menyita sebilah parang panjang yang menjadi alat utama pelaku untuk menghabisi nyawa korban secara sadis.

Aksi Penguntitan Berdarah di Jalanan Desa Pannyangkalang

Peristiwa kelam ini bermula ketika pelaku sengaja mengawasi dan mengikuti rute dagang korban sejak dari wilayah Bajeng. Pelaku yang juga berprofesi sebagai pedagang keliling tampak sudah merencanakan pertemuan maut tersebut dengan sangat matang. Setelah memasuki kawasan sepi, pelaku langsung menghadang laju kendaraan korban hingga memicu pertengkaran mulut yang sangat sengit.

Cekcok tersebut memuncak saat pelaku yang emosional langsung menghunuskan parang tanpa memberikan kesempatan korban membela diri. Pelaku melayangkan senjata tajam tersebut berkali-kali secara membabi buta ke arah bagian tubuh vital korban. Serangan brutal itu mengenai area kepala, tangan kanan, hingga bagian leher belakang yang menyebabkan pendarahan masif.

LINK VIDEO :

Kronologi Penjual Ikan di Gowa dan Motif Sakit Hati Mendalam

Pihak penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Gowa membeberkan fakta baru mengenai latar belakang aksi kekerasan mematikan ini. Berdasarkan hasil pemeriksaan intensif, pelaku ternyata sudah lama memendam rasa benci yang sangat mendalam terhadap korban. Permasalahan personal masa lalu yang tidak kunjung usai memicu aksi nekat pelaku saat melihat korban di jalanan.

“Kami menemukan indikator kuat bahwa motif utama penganiayaan ini adalah dendam pribadi yang sudah lama mengendap,” ujar AKP Wahab. Penjelasan resmi dari pihak kepolisian ini sekaligus meluruskan berbagai spekulasi keliru terkait persaingan harga dagangan di pasar lokal. Hubungan personal yang buruk selama bertahun-tahun menjadi pemicu utama terjadinya kasus pembunuhan sadis pada siang hari tersebut.

Prosedur Otopsi Jenazah di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar

Isak tangis histeris dari pihak keluarga korban langsung pecah begitu mereka tiba di lokasi tempat kejadian perkara. Tim Inafis Polres Gowa segera melakukan sterilisasi area guna mencari rekam jejak alat bukti tambahan lainnya. Petugas mengamankan beberapa sampel sidik jari pelaku yang tertinggal pada pakaian serta motor milik korban.

Setelah proses pengumpulan data di lapangan selesai, petugas mengevakuasi jenazah menggunakan mobil ambulans menuju Kota Makassar. Pihak kepolisian menyerahkan jasad korban kepada tim kedokteran forensik untuk menjalani prosedur otopsi mendalam. Langkah medis ini sangat penting guna melengkapi berkas perkara serta menentukan pasal hukuman maksimal bagi pelaku di pengadilan nanti.

Baca Juga :

Pos dibuat 43

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas