Truk Oleng di Ruas Turunan, Tabrakan Maut Jalur Puncak Renggut Empat Korban

Truk Oleng di Ruas Turunan, Tabrakan Maut Jalur Puncak Renggut Empat Korban

Ninjakabut.com, Peristiwa kecelakaan beruntun yang melibatkan lima unit kendaraan terjadi di Jalan Raya Puncak-Cianjur, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Jumat (21/8/2026) malam. Insiden mengerikan mengenai Tabrakan Maut Jalur Puncak tersebut bermula tatkala satu unit truk bermuatan barang rumah tangga melaju dari arah Bogor menuju Cianjur. Kendaraan berat tersebut diduga mengalami kegagalan pada sistem pengereman sehingga sopir kehilangan kendali saat melintasi jalur menurun.

Truk yang hilang kendali kemudian oleng ke sisi kanan jalan dan menghantam kendaraan yang melaju dari arah berlawanan, yakni dari Cipanas menuju Puncak, Bogor. Hantaman keras ini mengakibatkan dua minibus serta dua sepeda motor mengalami benturan beruntun di lokasi kejadian. Sebanyak empat orang meninggal dunia dan delapan orang lainnya menderita luka-luka akibat kecelakaan karambol tersebut.

Tabrakan Maut Jalur Puncak Akibatkan Empat Warga Lampung Meninggal

Benturan hebat antar-kendaraan menyebabkan kondisi fisik dua minibus dan dua sepeda motor ringsek parah di badan jalan. Dua orang korban meninggal dunia seketika di lokasi kejadian karena mengalami luka parah di dalam kabin minibus. Warga sekitar bersama petugas kepolisian segera bergerak cepat guna mengevakuasi para korban yang sempat terjepit badan kendaraan menggunakan peralatan khusus.

Petugas langsung melarikan seluruh korban menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Cimacan demi mendapatkan tindakan medis darurat. Namun, dua korban lain yang sempat menjalani perawatan intensif pada akhirnya menghembuskan napas terakhir di rumah sakit. Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa keempat korban meninggal dunia tersebut merupakan rombongan satu keluarga asal Lampung yang baru saja berkunjung ke rumah sanak saudaranya di wilayah Cianjur.

Direktur Utama RSUD Cimacan, dr Cok Gd Agung Dharma Putra, membenarkan penerimaan sejumlah korban dengan tingkat keparahan yang bervariasi. “Korban yang datang langsung kami lakukan penanganan sesuai kondisi masing-masing,” ujar dr Cok Gd Agung Dharma Putra. Pihak rumah sakit terus memantau perkembangan fisik tujuh korban luka yang menjalani rawat inap, sementara sang sopir truk dirujuk menuju RS Bhayangkara Cianjur untuk penanganan lanjutan.

LINK VIDEO :

Kronologi Truk Oleng di Ruas Menurun Menurut Kepolisian

Kanit Gakkum Satlantas Polres Cianjur, Ipda Ahmad Prio Gunawan, membeberkan secara rinci awal mula tabrakan beruntun tersebut. “Kecelakaan ini melibatkan lima kendaraan, bermula saat truk bermuatan barang rumah tangga melaju dari arah Bogor menuju Cianjur,” tutur Ahmad dalam keterangannya. Kontur jalanan yang menurun tajam disinyalir membuat laju kendaraan berat tersebut kian tidak terkendali.

Kendaraan besar tersebut meluncur bebas ke lajur kanan sebelum menghantam iring-iringan kendaraan dari arah bawah. “Saat berada di jalan yang menurun, truk tiba-tiba oleng ke kanan dan menabrak kendaraan yang melaju dari arah Cipanas menuju Puncak Bogor,” lanjutnya menjelaskan dinamika benturan. Ruas jalan yang padat membuat para pengendara dari arah berlawanan tidak sempat menghindar.

Kerasnya tabrakan memicu kerusakan mekanis yang sangat fatal pada seluruh kendaraan yang terlibat. Posisi kendaraan yang melintang di badan jalan sempat mengganggu kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian. Petugas kepolisian langsung mengamankan area sekitar agar proses evakuasi bangkai kendaraan berjalan lancar.

Penyelidikan Satlantas Polres Cianjur Terkait Dugaan Rem Blong

Unit Laka Satlantas Polres Cianjur saat ini masih memfokuskan proses penyelidikan mendalam di lokasi kejadian perkara. Polisi mengarahkan fokus pemeriksaan pada kondisi teknis truk seusai muncul dugaan awal bahwa rem truk mengalami gangguan atau blong di jalur turunan. Petugas terus mengumpulkan barang bukti fisik serta meminta keterangan dari sejumlah saksi mata di lapangan.

Pemeriksaan menyeluruh mencakup pengecekan kelaikan sistem pengereman truk sebelum insiden tabrakan berlangsung. Polisi juga memetakan secara detail titik-titik benturan melalui olah tempat kejadian perkara (TKP). Langkah penyelidikan ini bertujuan mengungkap secara utuh seluruh faktor penyebab yang membuat truk kehilangan kendali.

Tragedi maut ini kembali menyoroti pentingnya kepatuhan standar keselamatan berlalu lintas, khususnya bagi kendaraan berat yang melintasi jalur perbukitan. Pengemudi wajib memastikan kelaikan fungsi rem sebelum memasuki kontur jalan yang curam dan menurun. Penegakan aturan serta pengawasan kelaikan armada angkutan barang menjadi perhatian serius pihak kepolisian demi mencegah terulangnya insiden serupa di kawasan wisata Puncak.

Baca Juga :

Pos dibuat 105

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas