Ninjakabut.com, Seorang petani bernama Hasim Lembesi berusia 40 tahun menelan nasib tragis dalam perjalanan menuju rumahnya pada Senin (27/7/2026). Ular Piton Kepulauan Sula berukuran 7 meter menerkam korban hingga menghembuskan napas terakhir di kawasan hutan. Kejadian memilukan ini menimpa warga Desa Waisakai, Kecamatan Mangoli Utara Timur, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara.
Peristiwa tragis ini bermula ketika korban tak kunjung tiba di rumah hingga malam hari. Hasim sebelumnya sempat melangkah mengunjungi desa tetangga pada siang hari. Rasa khawatir membuat pihak keluarga bersama warga desa meluncurkan aksi pencarian secara intensif menyusuri rute rimbun kawasan hutan.
Pencarian Hasim Lembesi Dan Temuan Barang Di Hutan
Warga Desa Waisakai segera menyisir sepanjang jalur yang biasa korban lalui saat berjalan pulang. Mereka menelusuri rute rimbun tersebut hingga memasuki kawasan hutan yang cukup lebat. Namun, warga hanya melihat barang bawaan milik Hasim tergeletak di tepi jalan.
Warga juga menyaksikan bercak darah di tepi jalan di dekat posisi barang bawaan korban. Temuan barang beserta ceceran darah segar ini menguatkan kecurigaan warga di lokasi. Mereka meyakini nasib buruk telah menimpa Hasim saat melintasi jalur hutan tersebut.
Warga terus melanjutkan proses pencarian dengan menyisir area semak-semak yang lebih dalam. Setelah bergerak menyusuri kawasan rimbun, warga mendapati seekor ular piton berukuran sangat besar. Ular melata tersebut memperlihatkan bentuk perut membengkak yang memicu kecurigaan besar warga.
LINK VIDEO :
Penangkapan Ular Piton Kepulauan Sula Dan Evakuasi Korban
Warga meyakini ular raksasa tersebut telah memangsa petani desa waisakai yang sedang menghilang. Mereka segera menghubungi kepolisian agar memberikan bantuan proses penanganan di lokasi kejadian. personel polsek mangoli utara timur langsung meluncur ke lokasi usai menerima laporan darurat masyarakat.
Petugas kepolisian bersama warga lantas bekerja sama melumpuhkan ular piton raksasa tersebut. Saat warga berupaya menaklukkan hewan melata itu, sang ular sempat memberikan perlawanan sengit. Warga akhirnya mematikan ular piton tersebut dengan cara menebas bagian kepala dan ekornya.
Sesudah berhasil mematikan ular tersebut, warga membelah bagian perut hewan melata itu secara perlahan. Warga menemukan jasad Hasim berada di dalam perut ular dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Warga melihat kondisi tubuh korban sudah membiru saat mereka memindahkan jasadnya dari perut ular.
Petugas bersama warga segera mengangkut jasad korban dari area hutan menuju pemukiman. Setelah itu, mereka membawa jenazah Hasim ke rumah duka di Desa Waisakai. Pihak keluarga menyemayamkan jasad korban sebelum melangsungkan prosesi pemakaman resmi.
Keterangan Resmi Polres Dan Imbauan Bagi Warga
Kepala Seksi Humas Polres Kepulauan Sula, Ipda Jaya Afandi M. Soamole, mengonfirmasi insiden ini pada Selasa (28/7/2026). Anggota Polsek Mangoli Utara Timur bergerak cepat membantu proses pencarian hingga evakuasi selesai. Kepolisian mengawal penanganan musibah ini sejak menerima laporan pertama dari warga.
Ipda Jaya membeberkan kronologi penyerangan berdasarkan informasi langsung dari lokasi kejadian. Ular piton menerkam Hasim ketika korban melintasi kawasan hutan dalam perjalanan dari desa tetangga. Serangan mendadak satwa melata tersebut mengakibatkan korban meninggal dunia sebelum ular menelan tubuhnya.
Petugas bersama warga menemukan jenazah korban sekitar pukul 20.30 WIT di area hutan. Kepolisian mengonfirmasi bahwa gigitan dan terkaman ular piton menjadi penyebab utama kematian korban. Selanjutnya, petugas mendampingi pengangkutan jenazah ke rumah duka untuk persiapan pemakaman.
Tragedi maut ini mendadak menggemparkan seluruh jajaran masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sula. Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi warga yang sering beraktivitas di dalam hutan. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman satwa liar.
Imbauan ini terasa kian krusial karena ular piton berukuran besar masih sering bermunculan di wilayah tersebut. Masyarakat yang melintasi kawasan hutan wajib menjaga keselamatan diri setiap saat. Seluruh warga Desa Waisakai mengantarkan almarhum Hasim ke tempat pemakaman dengan duka mendalam.
Sumber : Creepy.id
Baca Juga :